Kontroversi seputar platform game Roblox kembali menjadi sorotan utama di jagad internet. Sebuah insiden serius telah terungkap, di mana dua saudari berhasil diselamatkan oleh pihak kepolisian setelah menjadi korban penculikan kenalan Roblox. Pria yang menculik mereka dikenal melalui interaksi di platform game tersebut.
Kasus ini mencuat dan menjadi perhatian publik menyusul laporan resmi. Detail mengenai peristiwa ini diungkapkan dalam sebuah konferensi pers, menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya interaksi online, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.
Kasus Hilangnya Dua Saudari dan Awal Perkenalan
Dua bersaudari, masing-masing berusia 15 dan 12 tahun, dilaporkan hilang pada hari Sabtu, 31 Januari. Keduanya diketahui meninggalkan rumah mereka di Georgia pada hari yang sama. Kepergian mereka bertujuan untuk bertemu dengan seorang pria bernama Hser Mu Lah Say, warga Amerika berusia 19 tahun.
Insiden ini menjadi bukti nyata bahaya Roblox dan interaksi online yang tidak terkontrol. Menurut laporan resmi, dua saudari itu kemudian dibawa oleh pelaku menggunakan mobil. Mereka melakukan perjalanan yang sangat jauh, dari Omaha, Nebraska, menuju Indiantown, Florida.

Jarak perjalanan ini membentang lebih dari 1.500 mil, menunjukkan tingkat keseriusan dari tindakan penculikan tersebut. Kepolisian lebih lanjut mengungkapkan bahwa kedua saudari tersebut pertama kali menjalin komunikasi dengan pelaku melalui Roblox. Ini terjadi pada musim panas tahun 2025 sebelum akhirnya mereka beralih komunikasi ke aplikasi SnapChat.
Investigasi dan Penyelamatan yang Berhasil
Karena tidak kunjung pulang ke rumah, keluarga kedua saudari akhirnya memutuskan untuk melapor kepada pihak kepolisian. Penyelidikan dimulai dengan pemeriksaan ponsel milik anak-anak tersebut, yang sebelumnya telah disita sebelum mereka pergi dari rumah.
Dari pemeriksaan ponsel, ditemukan pesan teks yang berkelanjutan antara kedua saudari dan pelaku. Pesan-pesan ini juga mengungkap rencana mereka untuk pergi bersama Hser Mu Lah Say. Informasi ini menjadi kunci penting dalam upaya pencarian dan penyelamatan.
Pada dini hari Minggu, 1 Februari, berkat kerja cepat kepolisian, Georgia State Highway Patrol berhasil menghentikan kendaraan yang dicurigai sesuai dengan ciri-ciri dalam penyelidikan kasus penculikan kenalan Roblox ini. Penangkapan Hser Mu Lah Say berhasil dilakukan di tempat.

Pelaku, Hser Mu Lah Say, didakwa dengan dua tuduhan penculikan dan kini ditahan di penjara Georgia. Keberhasilan penyelamatan ini menunjukkan efektivitas kerjasama antar lembaga penegak hukum dalam menangani kasus-kasus serius seperti ini.
Peringatan Penting untuk Orang Tua dan Insiden Serupa di Roblox
Menanggapi insiden serius ini, John Budensiek selaku Sheriff dari Martin County Sheriff’s Office segera mengadakan konferensi pers setelah penangkapan pelaku. Dalam kesempatan tersebut, ia secara khusus memperingatkan para orang tua.
Sheriff Budensiek menekankan pentingnya untuk terus waspada terhadap semua kegiatan online anak-anak mereka. Ini termasuk memantau interaksi di platform game seperti Roblox, di mana bahaya Roblox bisa mengintai. Hal ini bertujuan untuk mencegah kasus penculikan Roblox dan insiden serupa tidak terulang kembali.
Insiden ini bukanlah yang pertama kali terjadi yang melibatkan platform Roblox. Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi di Des Moines, Iowa. Kejadian tersebut bahkan memicu tuntutan dari orang tua terkait adanya konten dewasa yang dianggap tak sesuai untuk anak-anak dalam game tersebut.
Berbagai kejadian ini secara kolektif menegaskan bahwa pengawasan orang tua terhadap aktivitas online anak adalah krusial. Keamanan digital anak-anak harus menjadi prioritas utama. Orang tua didorong untuk selalu berkomunikasi dengan anak-anak mereka mengenai potensi risiko berinteraksi dengan orang asing di internet. Insiden penculikan kenalan Roblox ini menjadi pengingat serius bagi kita semua.
