Sensasi skateboarding ekstrem kini hadir dalam bentuk yang tak terduga dengan dirilisnya Denshattack game, sebuah judul revolusioner yang mendeskripsikan dirinya sebagai ‘Tony Hawk dengan kereta Jepang’. Dikembangkan oleh studio Barcelona, Undercoders, di bawah arahan David Jaumandreu, Denshattack game siap membawa pemain ke petualangan unik yang menggabungkan kecepatan kereta api Jepang dengan aksi akrobatik.
Laporan mendalam dari IGN (sumber: IGN) mengungkapkan bagaimana kecintaan sang direktur terhadap Jepang dan sistem keretanya yang canggih menjadi inspirasi utama di balik game kereta Jepang yang sangat dinantikan ini. Informasi mengenai Denshattack rilis dijadwalkan pada musim semi 2026, menjanjikan pengalaman bermain yang segar dan inovatif bagi para penggemar.

Inspirasi di Balik Denshattack Game: Kecintaan pada Jepang dan Kereta Apinya
David Jaumandreu, direktur studio Undercoders, berbagi kisah pribadinya yang mendalam mengenai kecintaannya terhadap Jepang, yang menjadi inti lahirnya Denshattack game. Ia pertama kali mengunjungi Jepang pada usia 16 tahun, mengikuti ayahnya dalam perjalanan bisnis. Pengalaman itu begitu memikatnya sehingga ia terus kembali hampir setiap tahun. Awalnya terpesona oleh anime seperti Dragon Ball dan video game, Jaumandreu kemudian mengembangkan minat yang lebih dalam terhadap sejarah, budaya, sinema, makanan, dan budaya pop Jepang.
Kecintaan spesifiknya pada sistem kereta api Jepang merupakan faktor kunci. Ia mengenang pengalaman pertamanya menaiki jalur Yamanote di Tokyo pada tahun ’98, saat tidak ada suara atau rambu berbahasa Inggris, menjadikannya sebuah ‘petualangan besar’. Dibandingkan dengan sistem kereta di Barcelona yang ia nilai baik namun tidak secanggih di Jepang, ia merasa melihat ’20 tahun ke depan’. Pengalaman puncaknya adalah menaiki Shinkansen, kereta peluru, yang sangat cepat namun senyap, memberikan rasa ketenangan dan kenyamanan yang luar biasa.
Inspirasi untuk Denshattack game sendiri muncul dari momen sederhana. Jaumandreu sedang bermain dengan miniatur kereta, menggerakkannya seperti sedang finger skating. Dari situlah ide untuk membuat game dengan konsep ini mengalir. Undercoders, studio yang didirikannya pada tahun 2005 di Barcelona, memulai sebagai studio pengembangan seluler dan beralih ke DSi, lalu ke konsol dengan game seperti Conga Master dan Treasures of the Aegean. Tim inti berjumlah 12 orang, namun mereka bekerja sama dengan pengembang eksternal untuk aspek seperti musik dan animasi.
Pengembangan dan Estetika Denshattack Game yang Memukau
Proses pengembangan Denshattack game telah berlangsung selama tiga tahun, menunjukkan dedikasi Undercoders untuk menyajikan kualitas terbaik. Estetika visual game ini terinspirasi dari judul-judul ikonik seperti Jet Set Radio, Hi-Fi Rush, dan Persona, menciptakan gaya yang energik dan penuh warna. Untuk musik, Undercoders menggandeng Tee Lopes, komposer terkenal di balik Sonic Mania, menjanjikan soundtrack yang akan memacu adrenalin pemain.
Ide awal Jaumandreu untuk game kereta Jepang ini sempat menghadapi skeptisisme dari rekan-rekannya yang menganggapnya ‘gila’ atau ‘buruk’. Namun, seorang rekan kerja yang sangat mahir di Unreal Engine menghabiskan beberapa hari untuk membuat prototipe dan menyimpulkan bahwa konsep ini ‘sangat menyenangkan’ dan ‘pasti ada game di sini’. Keberhasilan prototipe tersebut membuktikan potensi besar dari ide unik ini. Seperti halnya pengumuman update Overwatch Spotlight 2026 yang dinanti, pengembangan Denshattack game juga melalui proses panjang dengan visi yang jelas.
Gameplay Unik Denshattack: Skateboarding dengan Kereta Jepang
Dalam Denshattack game, pemain akan mengendalikan kereta seolah-olah mengendalikan skateboard. Lanskap Jepang yang indah, kota-kota, dan berbagai landmark akan menjadi taman bermain (skate park) yang luas untuk melakukan berbagai trik dan akrobat. Jaumandreu menggambarkan gameplay terbagi menjadi dua bagian utama yang menarik.
Bagian pertama adalah gameplay ‘flow state‘, di mana pemain fokus untuk bergerak dari satu titik ke titik lain, melakukan trik tanpa henti, dan menghindari kereta tergelincir dari rel. Ini menuntut ketangkasan dan pemahaman yang baik tentang lingkungan. Bagian kedua melibatkan misi yang lebih terstruktur. Pemain akan berpacu melawan rival, mencoba mendapatkan skor tinggi dari trik yang dilakukan, atau bahkan menghadapi pertarungan bos yang epik melawan mekanisme raksasa. Pengalaman ini mengingatkan pada kedalaman karakter seperti yang dibahas dalam artikel Sanji Karakter Terbaik One Piece, di mana narasi dan pengembangan karakter menjadi inti. Denshattack game juga mengintegrasikan cerita bergenre Shonen anime yang kuat, berpusat pada tema keluarga yang ditemukan, pemberontakan, dan persahabatan dengan rival.
Detail Denshattack Rilis dan Platform yang Akan Tersedia
Para penggemar tidak perlu menunggu terlalu lama untuk merasakan keseruan Denshattack game. Denshattack rilis direncanakan pada musim semi 2026, menjanjikan kehadiran game ini di berbagai platform utama. Pemain dapat menantikan judul ini untuk PC, Xbox Series (termasuk ketersediaan di Game Pass), dan PlayStation. Ketersediaan yang luas ini akan memastikan bahwa banyak pemain dapat menikmati pengalaman unik game kereta Jepang yang ditawarkan.
Dalam wawancara penutup, Jaumandreu juga sempat berbagi selera pribadinya mengenai ekiben, atau kotak bento kereta api Jepang favoritnya. Ia menyukai yang dapat memanaskan sendiri hanya dengan menarik tab, tetapi jawaban yang lebih tepat dan lucu baginya adalah makanan anak-anak yang disajikan dalam kotak berbentuk kereta, semakin menggarisbawahi kecintaannya pada segala hal tentang kereta api Jepang yang menginspirasi Denshattack game.
Video Terkait
Denshattack! – Official Reveal Trailer | gamescom 2025
