Kabar gembira bagi para penggemar setia, karena X-Men Outback, salah satu era mutant 80an yang paling digemari, akan kembali dihidupkan dalam seri komik X-Men terbaru. Penulis Chris Claremont, yang karyanya di Uncanny X-Men selama 17 tahun dianggap paling berpengaruh, telah meninggalkan warisan kuat, dengan era Outback di akhir ’80an menjadi salah satu yang paling ikonik. Pada masa itu, para X-Men diyakini telah meninggal dan beroperasi dari markas baru di Australia sebagai kaum buangan sejati. Informasi ini diungkapkan oleh IGN dalam wawancara eksklusif dengan penulis X-Men: Outback, Steve Orlando, yang menjelaskan bagaimana seri baru ini dibangun di atas fondasi komik aslinya. Anda bisa membaca detail selengkapnya di IGN.
Kembalinya Era Mutant ’80an Favorit
Bagi banyak penggemar, era X-Men Outback dari akhir ’80an mewakili salah satu masa paling ikonik dalam sejarah komik X-Men. Era ini menampilkan para X-Men yang dianggap telah meninggal dunia, beroperasi secara rahasia dari markas terpencil di pedalaman Australia. Barisan tim Outback menjadi salah satu roster X-Men pertama yang ditemui oleh Steve Orlando, penulis seri baru ini, ketika ia mulai membaca komik pada tahun 1987.
Orlando mengungkapkan bahwa ia mengenal para karakter ini bahkan sebelum bisa membaca dengan lancar. Saat era Outback dimulai, ia sudah memahami alur ceritanya. Roster Outback inilah yang ia kenang dari game arcade X-Men dan pilot Pryde of the X-Men. Baginya, tim di Australia ini adalah salah satu yang pertama ia jumpai, dan inilah yang membuat mereka menjadi mutant favoritnya. Orlando sangat gembira bisa menghidupkan kembali era ini untuk dirayakan.
Wawancara Eksklusif dengan Steve Orlando
Dalam wawancara, Steve Orlando menjelaskan keterikatannya yang mendalam dengan era mutant 80an. Ia menyatakan bahwa tim Outback, yang terdiri dari Storm, Wolverine, Colossus, Dazzler, Longshot, Rogue, dan Havok, adalah barisan X-Men yang ia temui pertama kali. Vibe, penampilan, dan semangat pembangkangan yang kuat pada era tersebut adalah definisi pertama X-Men baginya. Oleh karena itu, kesempatan untuk tidak hanya mengunjungi kembali tetapi juga merayakan era tersebut adalah suatu kehormatan baginya.

Art by Russell Dauterman. (Image Credit: Marvel)
Filosofi X-Men sebagai Kaum Buangan
Para X-Men dan mutant secara umum selalu hidup di pinggiran masyarakat. Namun, era Outback secara khusus menjadikan mereka “kaum buangan” sejati. Mereka diusir dari rumah akrab mereka dan terpaksa bertahan hidup di lingkungan baru yang aneh dan tidak kenal ampun, melawan musuh baru seperti Reavers.
Orlando menekankan bahwa para X-Men kala itu diyakini mati oleh teman dan keluarga mereka sendiri, tanpa tempat untuk berpaling kecuali satu sama lain. Perasaan memiliki hidup yang mengerucut hanya pada lingkaran terdekat, keluarga pilihan atau bukan, masih sangat relevan saat ini. Defiance, keinginan untuk hidup dan berkembang dalam situasi tersebut, bahkan lebih bermakna di masa sekarang.
Menggali Alur Cerita dan Karakter Ikonik
Seri X-Men: Outback tidak hanya berfokus pada satu cerita, melainkan menari di antara alur cerita asli untuk mengungkap petualangan baru dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab. Orlando menyatakan bahwa ada banyak pertanyaan yang ingin ia jelajahi dari era mutant 80an, namun dengan cara yang tetap mudah diakses oleh semua pembaca. Salah satu contoh adalah mengenai perubahan kostum Storm dari gaya punk ke kostum utama era Outback.
Perubahan kostum ini akan diceritakan dalam sebuah kisah baru yang lengkap. Kuncinya adalah menunjukkan kecintaan dan gairah terhadap era tersebut, yang berarti menghadirkan ide-ide baru dan penjahat baru, sama seperti edisi asli yang menjadi inspirasi. Selain itu, pembaca akan melihat hal-hal seperti pembaruan kostum Storm, transisi Psylocke ke baju zirah, dan reaksi Colossus saat menyamar sebagai hantu di hadapan adiknya. Seri ini tidak hanya akan menjawab pertanyaan tetapi juga menggali konsekuensi dari alur cerita yang sudah ada.
Orlando mengonfirmasi bahwa roster tim tetap sama seperti yang diingat penggemar: Storm, Wolverine, Colossus, Dazzler, Longshot, Rogue, dan Havok. Setiap edisi berada pada momennya sendiri dalam seri, di antara edisi-edisi yang sudah ada atau dalam lompatan waktu di dalam edisi tertentu. Seri ini secara keseluruhan akan mengambil tempat sebelum peristiwa Inferno.
Peran Madelyne Pryor juga akan digali dalam seri ini. Karena latar waktu sebelum Inferno, pembaca akan melihat perjuangan Madelyne dengan posisinya dalam tim serta ketegangannya saat melihat Cyclops dan Jean Grey di TV sebagai bagian dari X-Factor. Frustrasinya akan memuncak, mendorongnya untuk beraksi dalam sebuah edisi yang menghormati penyelamatan epik Ripley dalam klimaks film Aliens. Madelyne ingin berbuat lebih banyak dan menjadi bagian yang lebih besar dari keluarga pilihannya.
Visi Artistik: Merayakan, Bukan Meniru
Era mutant 80an dari komik X-Men juga dikenal karena gaya visualnya yang kuat, terutama dengan jejak seniman Marc Silvestri. Orlando dan seniman Stephen Segovia bertujuan untuk menangkap “vibe” asli ini, dengan filosofi “merayakan, bukan meniru”. Orlando menjelaskan bahwa bekerja dengan Stephen Segovia berarti memberinya kebebasan untuk sukses dengan visual yang menarik.

Art by Stephen Segovia. (Image Credit: Marvel)
Marc Silvestri telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan pada tampilan X-Men selama era ini. Namun, meniru gaya tersebut bukanlah cara yang tepat. Sebaliknya, tujuan tim adalah memberikan apresiasi terhadap tema di balik gaya tersebut. Stephen Segovia, dengan gaya uniknya sendiri dan energi buku komik blockbuster yang sama hebatnya dengan era Outback, menghormati semangat seri aslinya.
Orlando menambahkan bahwa Stephen memberikan begitu banyak energi ke halaman-halamannya, dengan tata letak yang ramping dan berotot, sehingga ia menghadirkan evolusi sempurna bukan dari gaya persis era Outback, tetapi dari apa yang diwakilinya. Dengan Russell Dauterman dan Matt Wilson di bagian sampul, serta Alex Sinclair di bagian pewarnaan, tim kreatif X-Men: Outback dipastikan akan menghasilkan salah satu buku dengan tampilan terbaik di pasaran.
Tanggal Rilis X-Men: Outback
Edisi perdana X-Men: Outback #1 dijadwalkan akan dirilis pada 24 Juni 2026. Para penggemar dapat melakukan pre-order di toko komik lokal mereka. Revival dari era mutant 80an favorit ini menjanjikan petualangan baru yang seru dan pendalaman lebih lanjut terhadap karakter-karakter ikonik dari komik X-Men.
Video Terkait
Marvel Tokon: Fighting Souls – Magik, Wolverine, & Danger Reveal Trailer | State of Play 2026
