Raksasa game Jepang, Nintendo, telah melaporkan kerugian litigasi yang masif di tahun fiskal yang baru berakhir. Meskipun gugatan Palworld yang melibatkan Nintendo masih terus berlanjut tanpa titik terang, perusahaan ini diketahui menanggung biaya litigasi puluhan juta dolar. Namun, beberapa indikator menunjukkan bahwa biaya hukum ini mungkin tidak sepenuhnya berasal dari kasus Palworld yang sedang dikejar Nintendo secara aktif.

Nintendo Laporkan Kerugian Litigasi Lebih dari $40 Juta untuk FY 2026
Menurut laporan keuangan konsolidasi Nintendo untuk tahun fiskal 2026, yang dipublikasikan pada 8 Mei, perusahaan tersebut mencatat biaya litigasi sebesar ¥6.414 miliar. Angka ini setara dengan kurang dari $41 juta atau sekitar Rp 600 miliar, yang dikeluarkan selama periode 12 bulan yang berakhir Maret 2026.
Laporan tersebut tidak merinci angka ini berdasarkan kasus atau memberikan informasi lain yang menunjukkan penyebab kerugian yang dilaporkan. Nintendo menyatakan bahwa litigasi menyumbang hampir 96% dari “kerugian luar biasa” perusahaan untuk periode yang dilaporkan. Sisanya, sekitar $1,7 juta, disebabkan oleh pelepasan aset tidak lancar, yang bisa berarti apa saja mulai dari peralatan kantor hingga bangunan.
Kerugian litigasi Nintendo ini dicatat sebagai “kerugian litigasi” dan bukan sekadar pengeluaran hukum rutin. Hal ini lebih mungkin mencerminkan penyelesaian yang merugikan, perjanjian lisensi, atau resolusi serupa. Kerugian semacam itu berbeda dengan biaya berkelanjutan dari gugatan yang dipilih Nintendo sendiri untuk diajukan.

Asal Mula Kerugian Litigasi FY 2026 Nintendo: Dugaan Penyelesaian Paten BlackBerry
Salah satu penjelasan yang masuk akal mengenai kerugian litigasi Nintendo adalah sengketa paten yang baru-baru ini diselesaikan dengan Malikie Innovations dan Key Patent Innovations. Kasus ini berpusat pada perangkat keluarga Nintendo Switch yang diduga melanggar paten bekas BlackBerry.
Kasus paten tersebut diajukan pada September 2024 dan tampaknya telah bergerak menuju penyelesaian rahasia selama tahun fiskal Nintendo yang baru berakhir. Proses peninjauan paten terkait juga kemudian diakhiri. Karena Nintendo mempertahankan diri dari klaim pelanggaran dalam sengketa ini, dan karena ketentuan penyelesaian tidak diungkapkan secara publik, waktu dan posisi kasus paten BlackBerry menjadikannya kandidat yang lebih kuat untuk biaya hukum Nintendo yang baru dilaporkan ini. Ini dibandingkan dengan kasus Palworld yang masih tertunda atau tindakan penegakan hukum baru-baru ini di mana Nintendo adalah pihak penggugat.
Perkembangan Kasus Gugatan Palworld dan Pembelaan Pocketpair
Untuk kasus litigasi profil tinggi perusahaan dalam ingatan baru-baru ini, pengacara Nintendo dan Pocketpair masih berselisih mengenai kasus paten Palworld hingga September 2025. Gugatan ini diajukan bersama oleh Nintendo dan The Pokémon Company pada September 2024. Gugatan tersebut menuduh Pocketpair melanggar paten mereka dengan game Palworld.
Kasus ini diajukan di Pengadilan Distrik Tokyo, dan berpusat pada mekanika penggantian tunggangan dan penangkapan makhluk Palworld. Para penggugat mencari ganti rugi dan upaya keringanan hukum. Pocketpair sendiri telah menerapkan strategi pembelaan ganda, dengan alasan bahwa mereka tidak melanggar paten penggugat sambil juga menantang validitas paten tersebut.
Apabila kalah, Nintendo bisa menghadapi risiko paten yang mereka gugat dibatalkan atau definisinya dipersempit oleh pengadilan yang memimpin. Hingga Mei 2026, masih belum ada indikasi apakah kasus ini lebih dekat ke penyelesaian atau persidangan.

PalFarm Bukti Palworld Lebih dari “Pokemon dengan Senjata”
Dengan hadirnya Palworld: Palfarm, semakin jelas bahwa Palworld lebih dari sekadar tiruan Pokémon, baik atau buruk. Ini menunjukkan upaya Pocketpair untuk mengembangkan waralaba mereka melampaui perbandingan awal yang sering muncul.
