Laptop Gaming Tipis vs PC Rakitan: Mana yang Lebih Worth It di 2025?

Industri gaming terus berkembang pesat, begitu juga dengan pilihan perangkat untuk memainkannya. Di tahun 2025, gamer dihadapkan pada dua opsi utama: laptop gaming tipis yang semakin powerful namun portabel, atau PC rakitan yang terkenal fleksibel dan bertenaga. Pertanyaannya, mana yang lebih worth it untuk dibeli tahun ini?
Mari kita kupas tuntas perbandingan antara keduanya dari sisi performa, harga, portabilitas, hingga masa depan penggunaannya.
1. Performa: Siapa yang Lebih Unggul?

Jika berbicara soal performa, PC rakitan masih sulit disaingi. Dengan ukuran yang lebih besar, PC bisa menampung GPU kelas atas generasi terbaru, sistem pendingin liquid cooling, hingga RAM berkapasitas tinggi tanpa kompromi. Gamer hardcore yang mengejar FPS tinggi di resolusi 4K atau ingin mencoba VR gaming tentu akan lebih nyaman dengan PC rakitan.
Namun, jangan meremehkan laptop gaming tipis 2025. Teknologi GPU mobile generasi baru dari NVIDIA dan AMD, ditambah prosesor Intel dan AMD seri terbaru yang hemat daya, membuat laptop gaming tipis kini bisa mendekati performa desktop. Beberapa laptop premium bahkan sudah mendukung ray tracing real-time, layar 240Hz, dan sistem pendingin inovatif yang menjaga suhu tetap stabil.
Kesimpulan: PC rakitan masih unggul untuk performa mentok kanan, tapi laptop gaming tipis sudah lebih dari cukup untuk 90% gamer kasual maupun kompetitif.
2. Portabilitas: Laptop Unggul Jelas

Portabilitas adalah alasan utama banyak gamer mulai melirik laptop gaming tipis. Desain yang semakin ramping, bobot di bawah 2 kg, serta baterai yang mampu bertahan hingga 8–10 jam (untuk aktivitas non-gaming) menjadikannya pilihan fleksibel.
Di tahun 2025, banyak laptop gaming tipis sudah mendukung charging via USB-C Power Delivery, sehingga pengguna bisa membawa charger yang lebih kecil dibanding adaptor besar di era sebelumnya. Ditambah lagi, gamer yang sering bepergian atau mahasiswa bisa tetap bermain game AAA di mana saja tanpa terikat meja kerja.
Sebaliknya, PC rakitan jelas kalah dalam aspek ini. Meski ada casing mini ITX yang ringkas, tetap saja sulit dibandingkan dengan fleksibilitas laptop tipis.
Kesimpulan: Laptop gaming tipis jauh lebih unggul untuk mobilitas dan fleksibilitas.
3. Harga: Value for Money Masih Milik PC Rakitan

Harga sering menjadi pertimbangan utama gamer. Dengan budget yang sama, PC rakitan biasanya menawarkan performa lebih tinggi dibanding laptop gaming tipis. Hal ini karena laptop membawa biaya tambahan untuk desain portabel, pendinginan kompak, serta layar built-in berkualitas tinggi.
Sebagai contoh, laptop gaming tipis kelas menengah dengan harga Rp25 juta mungkin hanya setara dengan performa PC rakitan seharga Rp18–20 juta. Artinya, PC masih jadi opsi value for money terbaik bagi mereka yang mengejar performa maksimal dengan budget terbatas.
Namun, jika mempertimbangkan kepraktisan (layar, keyboard, trackpad, dan baterai sudah termasuk), laptop gaming tipis bisa dibilang lebih “all-in-one” tanpa perlu membeli monitor, UPS, atau periferal tambahan.
Kesimpulan: PC rakitan lebih worth it dari sisi performa per harga, tapi laptop gaming tipis punya keunggulan paket lengkap.
4. Upgrade dan Masa Depan
Keunggulan besar dari PC rakitan adalah kemudahan upgrade. Ingin ganti GPU terbaru atau menambah RAM? Tinggal beli komponen baru. Dengan siklus hardware yang cepat di 2025, fleksibilitas ini sangat penting agar perangkat tetap relevan beberapa tahun ke depan.
Laptop gaming tipis, sebaliknya, masih sangat terbatas untuk upgrade. Sebagian besar hanya bisa menambah RAM atau SSD. GPU dan CPU biasanya tertanam permanen, sehingga umur teknis laptop lebih pendek jika dibandingkan PC. Walau ada beberapa laptop modular, harganya masih jauh lebih tinggi.
Kesimpulan: Dari sisi umur panjang dan upgrade, PC rakitan jelas lebih unggul.
5. Pengalaman Gaming: Immersif vs Praktis
PC rakitan umumnya memberikan pengalaman gaming lebih immersif dengan dukungan monitor ultrawide 4K, headset VR, dan setup RGB yang bisa disesuaikan. Gamer yang suka streaming atau konten kreator juga lebih leluasa dengan PC berperforma tinggi.
Laptop gaming tipis menawarkan pengalaman praktis. Cukup buka laptop, sambungkan headset, dan main. Beberapa laptop bahkan sudah mendukung cloud gaming seperti GeForce NOW atau Xbox Cloud, yang memungkinkan gamer memainkan game AAA tanpa harus selalu mengandalkan GPU lokal.
Kesimpulan Akhir: Pilih Mana?
-
Laptop Gaming Tipis (2025) cocok untuk:
-
Gamer yang sering bepergian atau mobile.
-
Mahasiswa/pekerja yang ingin 1 perangkat untuk kerja + gaming.
-
Pemain yang lebih mengutamakan fleksibilitas daripada raw power.
-
-
PC Rakitan (2025) cocok untuk:
-
Gamer hardcore yang ingin performa maksimal.
-
Konten kreator yang membutuhkan perangkat upgradeable.
-
Mereka yang mencari best value for money dalam jangka panjang.
-
Pada akhirnya, pilihan tergantung kebutuhan pribadi. Jika mobilitas adalah prioritas, laptop gaming tipis 2025 sudah sangat layak. Tapi bila performa dan umur panjang lebih penting, PC rakitan tetap menjadi raja di dunia gaming.
👉 Jadi, kalau kamu gamer 2025, apakah lebih memilih laptop gaming tipis yang praktis atau PC rakitan yang buas?
