Film Cold Storage 2026 siap hadir di bioskop pada 13 Februari. Bagi para penggemar film horror-comedy, review Cold Storage 2026 ini akan memberikan gambaran awal yang menarik. Sejak awal, film ini menyajikan pendekatan yang menyenangkan, seperti yang terlihat dari teks pembuka di layar yang mengubah latar belakang mengerikan tentang sisa-sisa stasiun luar angkasa Skylab menjadi tampilan yang sengaja dibuat jenaka.
Nada Horor-Komedi yang Menjanjikan di Cold Storage
Nada jenaka ini terus berlanjut dalam prolog film, ketika penyelidikan atas kematian mengerikan di sebuah kota kecil Australia yang disebabkan oleh bagian dari Skylab mengingatkan pada film Tremors tahun 1990. Baik dari latar gurun maupun nada lucunya yang ditingkatkan, film horror Cold Storage berhasil mengiringi skenario film horornya.
Ini bukan sepenuhnya farce atau self-parody, tetapi memberikan cukup “kedipan” yang didukung oleh beberapa visual cerdik dari sutradara Jonny Campbell. Ini terlihat jelas terutama dalam menggambarkan apa yang terjadi pada jamur yang sangat berbahaya yang ditemukan di lokasi kejadian, serta perjalanan waktu yang mengikutinya.

Kisah Skylab dan Wabah Jamur
Film Cold Storage 2026 kehilangan momentum setelah pembukaan yang hebat. Film terasa lebih hit and miss secara komedi, saat cerita beralih 18 tahun kemudian. Dua karyawan di gudang penyimpanan swalayan 24 jam, Travis (Joe Keery) dan Naomi (Georgina Campbell), bersentuhan dengan jamur berbahaya ini. Zat tersebut telah diam-diam berada di tingkat tersembunyi di bawah mereka, karena tempat kerja mereka dulunya adalah pangkalan militer.
Vibe horror-comedy spesifik yang diincar para pembuat film ini sulit dipertahankan. Beberapa bagian tidak begitu berhasil ketika kita mulai mengenal Travis, Naomi, dan beberapa karakter lain yang akan menjadi penting sepanjang malam panjang yang akan mereka hadapi.
Dinamika Karakter dan Penulis David Koepp
Robert mendapat kabar bahwa ada yang tidak beres di gudang penyimpanan dan pergi membantu, bahkan ketika Travis dan Naomi mulai menyadari betapa besar masalah yang mereka hadapi. Nada film ini tidak mengharuskan Neeson untuk berakting layaknya di Naked Gun dalam menyajikan citra tough guy-nya secara ekstrem. Namun, film ini memungkinkan dia menunjukkan sisi yang berbeda, lucu, dan manusiawi dari persona aksinya yang biasa, termasuk fakta bahwa Robert memiliki masalah punggung yang cukup parah akibat cedera sebelumnya. Bagian ini penting dan untungnya, film membayar lunas hal tersebut dengan cara yang sangat menghibur di babak ketiga.
Peran Liam Neeson dan Bintang Lainnya
Liam Neeson membawakan perannya dengan nuansa komedi yang lembut, menambahkan dimensi baru pada karakter aksi khasnya. Karakter Robert ini, dengan masalah punggungnya, bukan hanya detail kecil, tetapi menjadi elemen penting yang terbayar di akhir cerita, menambahkan lapisan humor dan kejutan. Selain Neeson, ada juga dukungan solid dari Ellora Torchia (Midsommar) sebagai analis militer yang dihubungi Robert. Torchia menjadi semacam rekan baru yang memberinya informasi penting meskipun mereka belum pernah bertemu secara langsung.
Ditambah lagi, ada penampilan yang sangat disukai dan memikat dari Lesley Manville (Maleficent) sebagai rekan lama Robert yang juga keluar dari masa pensiunnya untuk membantu menyelamatkan situasi. Vanessa Redgrave juga tampil sebagai wanita tua yang bertemu Koepp lagi setelah 30 tahun sejak Mission: Impossible, memberikan sentuhan naratif tambahan dalam kekacauan yang terjadi.
Gaya Khas David Koepp dalam Cold Storage
Cold Storage David Koepp diproduksi dan ditulis oleh David Koepp, yang mengadaptasi novelnya sendiri. Koepp memiliki karier Hollywood yang menarik sebagai penulis skenario utama untuk film-film studio besar. Ia terkenal dari franchise seperti Spider-Man, Jurassic Park, Mission: Impossible, dan Indiana Jones.
Di sela-sela film-film tersebut, ia juga sering menulis (dan terkadang menyutradarai) proyek-proyek kecil yang lebih unik. Meskipun beberapa di antaranya kurang berhasil, ada juga beberapa sorotan penting seperti kisah hantu yang menarik pada tahun 1999, Stir of Echoes, dan film mata-mata Steven Soderbergh yang hebat tahun lalu, Black Bag.
Dalam film horror Cold Storage, Koepp beroperasi di luar gaya biasanya dengan sesuatu yang lebih intens dan jenaka. Ini adalah film tentang wabah jamur yang mengubah orang yang terinfeksi menjadi makhluk mirip zombie. Ini juga tentang sisa-sisa wabah sebelumnya yang telah lama terkunci dan secara tidak sengaja dilepaskan, meninggalkan beberapa karyawan rata-rata yang tidak kompeten untuk menghadapinya.
Sentuhan Inovatif dan Perbandingan Film
Jika ada jalan pintas untuk menggambarkan film ini, maka itu adalah “The Last of Us bertemu The Return of the Living Dead.” Meskipun tidak sebaik kedua proyek tersebut pada puncaknya, Cold Storage David Koepp tetap sangat menyenangkan dengan caranya sendiri. Koepp dan Jonny Campbell menambahkan beberapa sentuhan yang bagus. Hal ini menjaga film agar tidak terasa seperti salinan karbon dari cerita-cerita yang berhubungan dengan zombie lainnya (meskipun ada banyak elemen yang familiar, tentu saja).
Salah satu flourish adalah kenyataan bahwa mereka yang terinfeksi pada akhirnya akan meledak begitu saja entah dari mana. Hal itu memungkinkan momen-momen yang mengejutkan dan menghentak, sekaligus gelap, lucu, dan sangat gory.
Kelemahan dan Batasan Produksi
Meskipun demikian, ada kalanya film horror Cold Storage goyah. Sebagai Prometheus apologist, film ini benar-benar memaksakan hal-hal dalam hal memiliki banyak karakter—termasuk mereka yang seharusnya tahu lebih baik—yang mendekat ke sesuatu yang jelas-jelas mengerikan dan berbahaya yang terjadi di depan mereka. Ada juga sedikit terlalu banyak sentimen yang disertakan menjelang akhir yang terasa kurang tepat untuk keseluruhan suasana cerita.
Batasan anggaran film juga terasa dalam beberapa bidikan efek visual yang tidak selalu paling meyakinkan. Ini adalah tantangan umum bagi banyak produksi film, terutama di genre horror-comedy yang seringkali bergantung pada efek praktis atau CGI yang meyakinkan.
Visual dan Sentuhan Sutradara Jonny Campbell
Namun, veteran TV Jonny Campbell, yang kreditnya mencakup episode serial seperti Doctor Who dan Westworld, seringkali mengatasi kendala anggaran tersebut dengan beberapa bidikan gaya yang kurang terikat untuk menjual realitas sepenuhnya. Ini termasuk urutan hebat yang menunjukkan bagaimana jamur melewati serangga dan hewan, di mana kamera bergerak maju dan secara visual lebih condong ke arah animasi CGI daripada photorealism.
Pendekatan visual ini menunjukkan kreativitas Campbell dalam menghadapi batasan produksi, mengubahnya menjadi kekuatan artistik. Ini memungkinkan film untuk mempertahankan nada jokey-nya tanpa mengorbankan dampak horor yang diinginkan. Hasilnya adalah pengalaman visual yang unik yang mendukung narasi film horror Cold Storage.
Video Terkait Cold Storage
Cold Storage – Official Trailer
Cold Storage: Exclusive Clip
